Bhineka Tak Tunggal

Standard

Bhineka Tak Tunggal

Kaca-kaca hatiku mulai memantulkan debu-debu berparas lambang Indonesia
Pusaka tak tunggal tinggalkan lumbung heran pada empang dibelakang rumah; berpuluh kali
Amboi nian luka-luka nasib saudara tak tunggal tak ika
Kau rusak berbaris kata-kata yang senonoh tak hafalkan sumpah pemuda
Lihai kau lahirkan anak cucumu dinegeri penghasil kolom-kolom lupa
Lupa sejarah, lupakan kerambah banyu biru yang meluas diperiuk halusinasi
Kau rampok sedikit demi sedikit zaman ’45; tinggal nisan tak bernama
Alamak! Anakku mulai berbicara ngawur tentang Negara penuh gara-gara
Indonesiaku tak tunggal tak ika
Bertempur kursi-kursi dirambungkan asmara tak sampai
Hambar kau sajikan omongan gemuk pada rakyatmu
Rakyat tak tunggal tak ika
Alamak!
Perampok lambang gulali kau sedot-sedot ari-arinya
Anak cucu-cucuku tinggal tulang sisakan jeritan tak henti memanggil masa depannya
Katamu : emoh aku menimang nasib tak jelas
Kumuh tak tunggal tak ika
Lihat beberapa dari pemuda asyik bergurau kepahitan masa suram, masa enggan bertamu
Aih, ada seekor pahit menelan mimpi tinggal abu terbawa sendu
Sirna berdebu ditelan kelabu keabu-abuan masa
Jambi, 01 Agustus 2012
Serdadu kata
Fb. Sahadewa prasastra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s