Kredo Selepas Lahir

Standard

Kredo Selepas Lahir

Ada wanita yang terkurung dalam pintu pintu kayu tua terbuka menganga
Terkurung dengan pakaian karung berlapis baja
Durja durja meraihlah kerlipan mata aura
Nyawa di duka dan suka
Kerlip sang Hyang manata rintih mumpuni denyut tak-tik-tok
Selepas mengais keringat; perut membuncit
Bak klasika bebunyian mantra terhirup bebas ; menari dengan iringan syahdu upacara tangis
Nyawa di duka dan suka
Seimbang kau ayunkan nadi-nadi bertulis nyawa sehari
Lahirkan anak merengek minta susu-susu tak bermerk modern
Ayunan lagu mesra timang-timangkan senyuman
Manja; membenamkan kisah baru diawali merdu
Sekamar berdua memadu bau tubuh
Meninabobokan nyawa berselongsong susu
Kau kredokan pasangan surga dan malaikat didahiku
Untuk digantung di dek-dek penghias malam berkabut tipis
Menimang setahun tak kendorkan senyuman selepas pagi
Karam-karam kantuk ubah sulur detik secepat angin
Kantuk tak lelap merepih beberapa undangan tertunda
Nyama di duka dan suka
Berdarah ari-ari amis berjenis laki-laki
Berkalung tasbih diselimutkan kembar duka
Pamit merindu tanah merah diselimuti nama Syahbandar Gaufar-Syahbandar Gaufar

Jambi 2012

Penulis bernama lengkap Muhammad Ardiansyah, nomor telp : 0741-7056173 / 0896-24431591. Email. serdadukata@gmail.com, fb : Muhammad Ardiansyah, twitter : @serdadukata. Sekarang bekerja sebagai Dosen sastra di Akademi Bahasa Asing Nurdin Hamzah Jambi.

Menyapa Rindu

Terbangun oleh gerak waktu mengerogot masuk keliang lahat telingaku
Seakan tergusar kusebut namamu Ibu
Aku rindu tertelan sepi mengetuk jejak berongga pasrah
Aku rindu tapak kakimu sambil bersendu tak menentu

Derapan, delapan, derapan, delapan..
Wahai angin!!!…………………
Kemana larinya surgaku
Aku mencarinya, tapi tak jua aku menemu

Karena kau telah berbohong padaku, aku tak lagi menyebutmu angin
Tapi sesat yang menyesat dalam lubukku
Jauhilah pikirku yang tak menentu
Wahai malam!!!………………

Kau telah berubah tak jua genderang benderang seperti dahulu aku sendu
Kemana sifat lugumu
Senggamalah angin agar kalian bersatu dalam kepaduan yang sesat
Dan aku bersatu padu dengan rindu yang abadi tanpa unsur ini itu

Yang murni dari alam sadarku
Alam khayalku akan Ibu, surgaku
Ibu aku merindukannmu melebihi apapun yang kurasa dalam genggaman padat
Dalam genggaman padat pada tiap nafas teriak surga

Nisan ini bergambar wajah merubuh akal
Ibu kaukah yang mengirim sendu tak beralaskan tadi malam?
Genap-genapkan aroma tubuh untuk kukecup kening-kening berpeta di atas alismu
Tangan bergeming gigilkan tubuh; memanggilmu

Jambi 2012

Penulis bernama lengkap Muhammad Ardiansyah, nomor telp : 0741-7056173 / 0896-24431591. Email. serdadukata@gmail.com, fb : Muhammad Ardiansyah, twitter : @serdadukata. Sekarang bekerja sebagai Dosen sastra di Akademi Bahasa Asing Nurdin Hamzah Jambi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s