Pocong Cantik

Standard

Pocong Cantik

Wajahnya cantik sekali, sekali kulihat dalam album potonya, ia suka memakai baju putih-putih. Setelah semalam chatting dengannya aku bermimpi bahwa Cantika Dewi akan meninggal besok karena ditabrak mobil. Keesokkan harinya ia benar-benar meninggal, astafirughllah.. ternyata benar dugaanku ia benar-benar telah meninggal dengan tidak tenang.
Sebulan setelahnya aku mulai melihat-lihat akun facebooknya, ia masih tetap cantik dengan wajah lugunya, kubuka album-album potonya dengan senyuman manisnya ditiap poto yang dipampangnya, dengan tidak sengaja kubuka album baru berjudul aku didunia baru…Tidaaakkkkkkkk!!!!!!!!
Semuanya berisi poto-potonya dalam kubur dan memakai kain kafan, ada yang lagi berbaring, ada yang berdiri dengan tersenyum dan ada yang lagi mengedipkan mata. Yang tidak masuk akalnya lagi, walau ia sudah jadi pocong, ia tetap cantik. Apa karena ia baru saja meninggal sehingga wajahnya masih terlihat cantik dan lugu. Alamak, kalau begini aku tidak akan takut malah jatuh hati kepadanya.
Ternyata aku hanya bermimpi, ini mimpi kedua kalinya aku melihatnya, walau hanya dalam poto. Tapi kok rasa-rasanya benar-benar nyata dalam kehidupanku.
Selasa, 15 Oktober 1998, Dini hari pukul 01.34
Aku membuka akun facebookku untuk melihat-lihat status dan teman-teman yang online. Disana ada Denny Duldan, Faiza Merena, dan Tigor Situmorang. Tiba-tiba muncul satu nama yang online, Cantika Dewi… ah ini pasti temannya dugaanku.
Lalu langsung kusapa dia dengan guyonanku, hei..kamu adiknya atau pacarnya? “Aku cantika mas.” Apaaa!!!!!!!! Aku terkejut setengah mati dan tiba-tiba bulu kudukku merinding tidak karuan. Dengan tangan gemetar aku langsung melanjutkan obrolan dengannya. Hei, kamu jangan ngaco deh. Kamu siapa? “Aku cantika mas, ini benar-benar aku. Aku tetap bisa menyapa teman-teman yang setia menemaniku tiap malam.” Termasuk aku? “Iya mas.” Lalu kamu kok bisa online, kan sudah meninggal. Tanyaku bodoh. “Disini kan ada internet juga mas, sebelum aku ditabrak mobil. Kebetulan aku simpan modem disaku celana. Sehingga kebawa sampai ke liang kuburku mas.” Kamu meninggal ditabrak dan sampai sekarang jasadmu tidak ditemukan, boleh kutanya sesutu Cantika? “Apa mas?” Jasadmu berada dimana saat kejadian itu? “Di facebook mas. Dihatimu atau dimana aja boleh…hehe…” Ah, jangan bercanda kamu Tika. “aku tidak bercanda mas. Aku benar-benar ada di facebook, rohku selalu online selama 24 jam tanpa putus seperti aliran darah.”
***
Penulis bernama lengkap Muhammad Ardiansyah, kelahiran Jambi 22 Agustus 1986, sudah mengeluti dunia sastra dan seni lukis sejak duduk dibangku SMP, diantaranya cerpen, essay, puisi dan naskah drama. penulis dapat dihubungi di nomor telp : 0741-7056173 / 0896-24431591. Email. serdadukata@gmail.com, fb : Muhammad Ardiansyah, twitter : @serdadukata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s