Semut-Semut Perkasa

Standard

Semut-Semut Perkasa

Suatu ketika di Negeri Ranta Semut. Tinggalah ribuan kelompok semut hitam dalam markas bawah tanah. Keseharian mereka adalah mencari makanan dan saling menolong satu sama lain. Mereka selalu hidup damai dalam keseharian. Mereka mempunyai seorang Raja Ranta yang sangat dermawan dan mencintai rakyatnya. Hidup berkelompok membuat mereka saling mencintai dan toleransi dalam keseharian, mereka sangat kuat dalam bekerja, tidak pantang menyerah dan selalu percaya diri.
Pagi hari setelah hujan reda.
Lihat disana ada banyak makanan teman, ayo teman-teman kita serbu. Sambil membawa roti yang telah jatuh kelantai, semut-semut itu membawa makanan yang besar dengan bersama-sama. Mereka membawanya saling bergerombol, satu roti dibawa oleh 5 semut dan total keseluruhannya ada 150 semut yang membawa roti-roti berat tersebut. Tina kesini, ada gula ni. Ayo kamu bantu aku, ajak Siska, Jeni, dan Rena kesini. Kita angkat bersama-sama. “Oke Nia, aku panggil mereka. Hei teman-teman ayo kesini, ada gula.”
Lalu semua dari mereka datang bergerombol untuk mengangkat gula ke markas mereka yang terletak dibawah rumah, dekat ruang gudang. Mereka membawanya secara perlahan. Disana mereka menemui beberapa teman laki-laki yang sibuk membawa roti-roti segar kedalam markas. “Asyik malam ini berarti kita tidak kelaparan, sebab banyak persediaan makanan untuk satu minggu kedepan.” Benar Tina, kita bisa bertahan selama seminggu.
Dengan perasaan gembira kami bernyanyi didalam markas, kami menari setelah senang atas kerja keras kami menghasilkan banyak makanan. Kami saling membantu untuk menyusun makanan kedalam plastik-plastik putih untuk menyimpan makanan-makanan ini agar tetap segar ketika dimakan. Tidak berapa lama, Raja Semut datang mengabarkan sesuatu. “Wahai rakyatku, esok adalah hari kemerdekaan Negeri Ranta Semut. Apa yang akan kita selenggarakan untuk memperingati hari kebesaran kita?” para semut jantan berteriak, “Lomba menyanyi Raja!” Aku berteriak, Lomba memasak Raja!, Tina berteriak, “Lomba mewarnai Raja!”
Kemudian Raja semut berkata, “Ada yang lebih kreatif lagi?” Para semut jantan, “Kontes mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya oleh satu orang semut dengan waktu 5 detik Raja.” “Baiklah, aku setuju dengan ide itu. Kalau begitu, besok akan kita mulai kontes pencarian makanan dengan waktu 5 detik oleh satu orang semut. Semuanya wajib mengikuti acara ini dan bagi pemenangnya akan kuberikan sebuah piagam dan beasiswa belajar di sekolah dasar semut di Amerika.
Setelah mendengar berita itu, kami semua mulai bersemangat untuk menyiapkan strategi strategi jitu dalam memenangkan perlombaan. Mulai dari pemilihan tempat yang banyak sisa makanannya. Aku akan memulai dari dalam dapur, dibawah kulkas biasanya banyak sisa-sisa makanan yang jatuh, ya aku akan membuat strategi ini menjadi sempurna dengan melewati jalan belakang dan menembus sisi rumah melewati jendela. Biasanya mereka melalui jalan darat dan itu beresiko dengan injakkan manusia.
Hari perlombaan jatuh pada hari ini, kami semua memakai nomor-nomor punggung, total peserta yang ikut adalah 450 semut-semut. Aku diurutan 123, Siska 145, Tina 234, Jeni 330 dan Rena 312. Kami semua bersiap dalam posisi masing-masing. Dewan juri dan Raja duduk manis di kursinya. Dewan juri berkata, “baik, semua sudah siap?” Para Semut-semut, “Siaaappp!”
Tidak berapa lama, suara tembakan dari sebuah terompet sedotan berbunyi. Tiiiiinnnnnn….
Kami semua berlari dengan cepat, aku melewati beberapa dari mereka. Dengan strategi yang telah kususun, semoga saja aku duluan yang mendapatkan makanan. Mereka tetap melewati jalan darat dan aku melewati dinding belakang dan melalui jendela dapur. Aku menemukan beberapa coklat yang jatuh. Aku ambil perlahan, ahh.. agak berat. Aku harus kuat, harus.
Dengan perlahan tapi pasti aku lewati dinding belakang dan melewati beberapa para kontestan lainnya yang masih separuh jalan, beberapa diantara mereka tampak tak menemukan makanan. Aku hampir sampai, sebentar lagi.
Aduh, apa ini. Licin sekali, rupanya lantai ini basah, tapi aku harus lekas berdiri. Aku ambil kembali coklat itu dan mulai sekencangnya berlari. Dengan semangat berkobar aku lewati lantai-lantai licin ini dengan percaya diri. Sebentar lagi aku sampai. Garis finish tinggal beberapa langkah lagi. Tampak dibelakangnya beberapa semut lelaki menyusul, ayo cepat-cepat, sorak para semut-semut kecil yang menonton. Ini membuatku semakin bersemangat. Ayo semangat…
Sebentar lagi, aku merasa kelelahan, tapi harus kuat. Dan akhirnya kulewati garis finish dengan lancar. Alhamdullilah…

Setelah semua berkumpul didepan halaman markas, diumumkanlah para pemenangnya oleh dewa juri. “Dan pemenangnya adalah Nia yang membawa sebuah cokelat dengan total waktu 1 menit 40 detik kemudian disusul oleh Faris dengan total waktu 1 menit 55 detik dan Boni dengan total waktu 2 menit 12 detik. Mereka bertiga berhak akan hadiah beasiswa sekolah di Amerika selama 6 tahun.”
Raja berkata, “Aku memberikan kepercayaan kepada kalian semua, jagalah Negeri Ranta Semut ini dengan baik. Belajarlah dengan sungguh-sungguh disana. Pulanglah dengan membawa perubahan.”
Lalu kami semua diberikan piagam dan kalung perak oleh Raja. Setelah selesai acara penganugerahan. Kami semua diperkenankan untuk kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat. Aku senang sekali hari ini, karena dapat memenangkan lomba ini. Satu minggu lagi aku akan berangkat ke Amerika untuk melanjutkan sekolah disana, semoga saja disana aku akan lebih pandai membuat strategi-strategi baru untuk teman-temanku di Negeri Ranta Semut kelak.
***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s