Tobat Online

Standard

Tobat Online

Hooamm… 4 jam tidur dari pukul 20.00 wib sampai pukul 00.00 wib cukup membuatku segar kembali. Perutku lapar, kebiasaanku makan di warnet sambil chatting. Ah, lebih baik aku langsung ke warnet depan sekarang, cacing-cacing diperutku mulai berkelahi.
Pukul 00.03, ah… online-online, sambil menunggu mie pesananku, langsung kubuka akun facebookku. Aduh kok lemot mas, tanyaku ke operator. “Pindah aja ke komputer 2 mas. Yang itu lagi lemot.” Oke deh.
Lalu setelah pindah, langsung kulanjutkan membuka facebook, di komputer ini sangat cepat loadingnya. Sehingga aku langsung bisa online dan melihat teman-teman yang online. Ada Rahma, Gita dan Misti. Duh, aku sudah lama tidak menganti poto profil, tiba-tiba…sapaan dari Misti. “Hai…” lalu aku membalasnya Hai juga… pikirku, hampir tiap malam cewek bahenol ini tidak tidur. Kuat bener. Lalu dibalasnya lagi, “apa kabar mas?” kabar baik, lah. Hampir setiap malam nanya kabar melulu. Aku binggung, kebetulan operator warnet juga berteman dengan Misti. Lalu aku langsung bertanya ke operator. Mas, masih ingat Misti kan? “Masih, kenapa mas?” kok dia selalu saja muncul tiap malam ya mas? Jarang dia online siang, setiap malam dia muncul selalu menyapa dengan hai dan apa kabar. Ini sudah ke 30 kalinya dia menyapaku. “lah mas gak tau ya kabarnya?” kabar apa mas? Tanyaku binggung. “Misti itu sudah meninggal 3 bulan yang lalu mas.” Apaaaa!!! Jaa…jaaa..di… yang tadi menyapaku itu hantunya? “Itulah misterinya mas, dia meninggal setelah online di facebook, kabarnya dia meninggal gara-gara tekanan darah tinggi setelah diputuskan dari pacarnya.” Tubuhku semakin gemetar setelah mendengar cerita atas meninggalnya Misti. Jadi itu arwahnya mas? “Iya mas, bukan cuma mas yang merasakan hal serupa. Semua teman-temannya juga merasakannya hal yang sama. Anehnya ahli telekomunikasi saja tidak menemukan jawabannya, kenapa bisa orang yang sudah meninggal bisa mengakses facebook.” Lalu aku langsung cepat-cepat bergegas pulang, ihhhh… mas besok kubayar.
Keesokan harinya…
Aku mulai mencoba ke warnet pada malam hari, kini aku berharap tidak ada lagi Misti hadir malam ini. Setelah online, aku melihat teman-teman di facebook. Ah, untunglah tidak ada Misti yang online. Tapi kenapa ada pesan masuk. Lalu kucek, tertulis disana, Misti, “Hai… Apa kabar mas?”
Tidaaakkkkkkk!!! Aku berteriak kencang dan semua pengguna warnet heran melihatku, dengan wajah ketakutan aku langsung meletakkan uang di meja operator. Mas, aku pamit pulang ke kos. Tobat aku main facebook mas. Tobat-tobat…!!!
Tangan dan kakiku seakan bergetar ditelan rasa takut, aduh kenapa sial benar hari ini. Kenapa harus meninggal kamu Misti, aku kan pengen ketemu kamu secara langsung. Ah, sudahlah lebih baik aku mikirin hal lain. Semakin dipikirkan semakin gemetar ragaku. Iihhhh..menyeramkan, hantu kok gentayang di facebook.
***
Penulis bernama lengkap Muhammad Ardiansyah, kelahiran Jambi 22 Agustus 1986, sudah mengeluti dunia sastra dan seni lukis sejak duduk dibangku SMP, diantaranya cerpen, essay, puisi dan naskah drama. penulis dapat dihubungi di nomor telp : 0741-7056173 / 0896-24431591. Email. serdadukata@gmail.com, fb : Muhammad Ardiansyah, twitter : @serdadukata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s