Jangan Bilang Aku Ganteng

Standard

Jangan Bilang Aku Ganteng

Nasib-nasib menjadi orang ganteng, setiap harinya ada saja yang mengajakku berkencan. Apa karena aku keturunan Amerika. Sehingga mereka suka wajah Indoku. Ah, seperti artis saja diriku dikampus. Dianggap superstar dan dipuja-puja. Padahal aku kan malu setiap harinya dibilang ganteng, tapi dalam hatiku bangga juga dipuja banyak cewek-cewek cantik. Lelaki mana yang tidak bangga kalau dirinya didekati cewek-cewek cantik dan gaul pula.
Banyak gadis yang mengatakan diriku ganteng, hampir setiap harinya ada saja yang ingin berkenalan denganku dikampus. Aku heran apa sih kelebihanku dengan cowok-cowok lain. Ini perrtanyaanku setiap harinya dan tidak kutemukan jawabannya. Aneh, kok bisa-bisanya orang suka sama diriku. Sampai berderet kata-kata mesra yang kuterima dalam handphoneku.
Kringgg…kringg…. Sms dari Firsa adik tingkatku. “Rino, malam ini keluar yuk. Kita dugem dan menghabiskan malam berdua.” Kemudian kubalas, “maaf Firsa, kk lagi sibuk mengerjakan skripsi, lainkali aja ya.” Tak berapa lama ada lagi sms dari Fani, “Rinoku sayang, besok kita makan dikantin kampus ya jam 11.00 selesai kuliah. Jangan lupa ya. Mmuuaahh…” Buset memang kegatelan ini cewek, pakai cium-cium segala. Lalu kubalas singkat, “Lihat sikon dulu deh besok.”
Pagi ini aku kuliah pukul 09.00 wib, aku hampir terlambat setelah semalam asyik menyusun skripsi Bab I, untunglah aku punya mobil VW walaupun tua mobil ini sudah sering menemaniku dari kecil. Beberapa kali kudengar dering telp, pertama dari Tina yang tidak kuangkat, selang 5 menit ada lagi telp dari Aninda yang kuangkat. “Halo, Rino nanti temani aku ke Mall ya sepulang kuliah?” Jawaban penolakan klise kukatakan “Aduh nanti aku ada acara dirumah Da, sorry ya.” Enak aja, emangnya aku pembantumu apa, diajak jalan-jalan terus bawain barang kamu. Huh… sori la yau.

Sesampainya dikampus…

Tina, Fani, Dea dan Aninda sedang duduk didepan taman depan kelas. Cuitt..cuitt.. “hai cowok ganteng” Tina mulai gombal pagi ini. “hai cantik…” aku sebenarnya suka dengan Tina, tetapi belum berani menyatakan hatiku kepadanya. Dea mendekatiku dan memegang tanganku, “Sayang, nanti malam keluar yuk…” Tina, Fani, Dea dan Aninda menyela “hmm… kalau Rino mau, kita juga mau dong…hehe.” Waduh-waduh cewek-cewek genit ini, benar-benar… bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s