Kasih Sayang

Standard

Kasih Sayang

Pertama adalah hari bersama keluargaku
Ibu dan ayah, Annisa akan selalu mengabadikan segala kisah yang ditoreh
Riang, gembira dan sedih ada dalam keragaman hayati jiwa
Ibu dan ayah, Annisa ingin menguratkan simbol cinta pada semua
Untuk mengenal dan saling membantu satu sama lain
Gegaskan mimpi kemarin itu Annisa
Gemparkan serdadu bunga-bunga anggrek berwarna langit
Milikku dan mekarlah

Annisa, 02 Januari 1998

Sore di rumah yang selalu hangat dengan kasih sayang

Ibu…ibu lihat, nisa udah bisa meracik kue dalam adonan ibu. Tadi annisa membaca resep dari majalah femina tentang kue brownies kukus cokelat. Ini hasilnya ibu. Tinggal dimasukkan kedalam oven.
Ibu, mau mencobanya gak?
Ibu : kamu ini memang benar-benar pintar ya nak, semuanya kamu bisa. Ibu bangga mempunyai anak yang multi talented seperti kamu. Annisa jangan lupa shalat ashar ya. Udah waktunya ini.
Aku : iya bu, nisa akan shalat setelah mencuci tangan.
Ibu : nah gitu dong, nanti baru dilanjutkan lagi buat kuenya ya.
Aku : iya bu.

Kemudian aku lanjutkan kedapur untuk membersihkan tangan-tangan kotor akibat adonan kue yang membekas sedikit, warnanya yang cokelat membuat diriku ingin segera menikmati kue ini. Eit, tapi sabar dulu, kan bulan puasa. Hampir saja kucicipi tadi. Kalau dikukus sekarang pukul 15.00 berarti selesainya pukul 16.15 wib. Ah lebih baik mendekati waktu berbuka aja, biar kuenya wangi ketika disantap. Berarti aku harus mengkukusnya pukul 16.00 sampai pukul 17.15 semoga saja tepat waktu.
Setelah mengambil wudhu, kulanjutkan melangkah ke dalam ruang shalat, disana aku mulai mempersiapkan segalanya. Allahhu akbar, ya allah berikanlah keluarga hamba jalan yang mudah dan jauhkanlah mereka dari cobaan-cobaan besar yang menghadang. Ya allah, jadikan bulan suci ramadhan ini menjadi bulan dimana kami dapat kembali fitrah dengan tulus ke jalanmu tanpa hati yang kosong. Isikan hati dan jiwa kami ayat-ayat indahmu ya Rabb, berikan fitrahmu dalam tiap langkah yang kami jejali di kehidupan ini.
Amin ya robballalamin.

Sabtu 12 Maret 1996

Sore itu aku kembali berkumpul dengan teman-temanku di rumah sebelah, Rina, Gladys, Fina dan Aku, kami berkumpul setiap sorenya untuk siap-siap pergi tarawih bersama. Keseharian kami hampir sama mulai dari pagi bangun tidur dan siap-siap menuju ke sekolah dan siangnya kembali kerumah untuk bersitrirahat, kami sangat jarang menghabiskan waktu ke hal-hal yang tidak penting. Bermain bagi kami hanyalah menyita waktu. Orang tuaku terkadang heran melihat tingkah lakuku yang masih berumur *8 tahun seharusnya lebih banyak bermain tapi aku tidak suka bermain, inilah aku. Memang sewajarnya perempuan seumuranku banyak bermain. Bukan lebih ke arah belajar dan belajar. Aku memang berpola pikir kedepan. Aku ingin membuat papa dan mama bahagia melihat prestasiku dari sekarang. bahkan teman-teman mengikuti pola pikirku yang terang-terang mereka menghasilkan banyak prestasi dan dapat dilihat diteras rumah dengan segudang piala-piala.

Aku melanjutkan menunggu didepan teras Rina dengan Gladys dan Fina
Aku : Udah belum… kok lama banget? Teriakku keras dari terasnya
Rina : Sebentar lagi nyari sajadah.
Huft… kebiasaan Rina memang sering lupa meletakkan barang, ia memang suka melupakan semuanya dalam waktu singkat. Kami menjulukinya Apel alias aduhai pelupa… kalau disindir dengan julukkan itu, Rina bisa langsung merengut seperti kulit yang mengkerut.

Tidak lama Rina keluar dari rumahnya, dan kamipun bergegas pergi ke mushola yang berjarak 15 km.

Gladys : Hei Apel, kok lama banget sih… dandan ya na?
Rina : Enak aja, emangnya kamu apa dys. Gak la, tadi nyari sajadah. Aku lupa meletakkannya, rupanya ada dibawah kasurku.
Gladys : Makanya lain kali taruh sajadah itu dilantai. Atau dipegang terus biar kamu gak lupa. Haha…
Fina : Haha… betul-betul dys…
Aku : Udah, bercandanya. Kita hamper telat ni. Ayo buruan percepat langkah kita.
Gladys, Rina, dan Fina : Ayo…
Sesampainya di mushola aku dan teman-teman mendapat posisi paling belakang, lumayanlah. Daripada tidak mendapat tempat sama sekali. Kemudian kami melanjutkan shalat berjamaah dengan khusuk.

***

Penulis bernama lengkap Muhammad Ardiansyah, kelahiran Jambi 22 Agustus 1986, sudah mengeluti dunia sastra dan seni lukis sejak duduk dibangku SMP, diantaranya cerpen, essay, puisi dan naskah drama. penulis dapat dihubungi di nomor telp : 0741-7056173 / 0896-24431591. Email. serdadukata@gmail.com, fb : Muhammad Ardiansyah, twitter : @serdadukata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s