X-Files Romansa

Standard

X-Files Romansa

Pagi ini aku dijemput oleh Rino, pacarku yang sangat tampan. Dengan kebiasaan guyonannya pagi ini, “Nyonya besar kita sudah sampai silahkan turun, jangan lupa bayarannya dimuka ya nyonya.” Sarangsemut, jawabku. Inilah bayarannya setiap pagi yang kuberikan kepadanya, sarangsemut adalah plesetan dari sarangheyo bahasa Korea.
Setelah memberikan ucapan romantis tersebut, aku ke depan menuju ruang kelas. Tiba-tiba…“Fir…fir…tunggu, aku lupa sesuatu, aku ingin putus denganmu.” Apaaa! Hatiku seperti pecah berkeping-keping mendengarnya. Tanpa aba-aba dan firasat sebelumnya. Maksudmu kita bubar gitu? “Iya Fir, aku mau konsentrasi skripsi dulu nih.” Kamu yakin dengan keputusanmu Ron?. “Aku yakin Fir, aku ingin fokus skripsi dulu dan ini hanya sementara kok.”
Baik Rino, aku setuju. Tapi ingat kamu harus benar-benar fokus dengan misimu ya. Jangan ke hal lain. “Sudah pasti dong Fir, aku akan fokus dan hati ini tidak akan gugur kok untukmu, hanya untukmu seorang”. Ingat jika suatu hari kamu melenceng dari misimu, mulutmu ku pelintir dengan mixer.
“Firsa…Firsa, tunggu. Aku lupa sesuatu.” lupa apa rino?. “Aku lupa tadi aku mengatakan apa ya?” Loh, kamu bilang tadi putus kan. “Apaaa! Aku mengatakan putus, aku salah Fir, aku tak sadar tadi. Aku…aaaku” Aku apa? Kalau bicara jangan setengah-setengah dong. Cepat dong, aku ada kelas lagi nih. “aaku..aku masih sayang kamu Fir…” Ah, kamu barusan bilang putus. Kenapa sekarang tiba-tiba bilang sayang. ”Aku menyesal Fir, ternyata aku tak kuat jauh darimu. Sedetik tanpa sapamu hidupku terasa gelap gulita.” Ah, gembel kamu… “Aih, kok gembel, aku ini serius Firsa, kalau tidak percaya tatap kedua bola mataku. Ada kejujuran dibaliknya fir.” Ah aku malas, bola matamu banyak kotorannya, no way. “Hahahaa… kamu bisa aja. Jujur fir, aku tak bisa jauh darimu. Mendekatlah. Aku mau membisikkan sesuatu.” Oke, tapi kamu sudah gosok gigi kan? “sudah dong, hmm… Lalu ia mendekati diriku, sambil berbisik, “I’m still loving you. Will you marry with me?” Apaaaaa! Are you sure? Gak salah dengar nih. “Aku serius Fir, aku takut kehilanganmu untuk kesekian kalinya cintamu.” Tangannya mulai mengandeng erat tanganku, dan ia menatap dengan dalam sampai aku tak kuasa menolak ajakkannya.
***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s