Kasidah Beranda Bulan

Standard

Di gubuk tak bernama kusandingkan beberapa puing sisa nafas kemarin

hiruplah rasa gigil pada tulang-tulang rawan

mengalir diam;

mengalir mangu panggul asa yang kau kepingkan

menjadi lagu koyak-koyak

ini bulan redup bernama hirup

sentuhlah gigilnya

sentuhlah gemetarnya pada kata-kata yang lerai

lumpuh melerai menyapa siapa aku

siapa mata

siapa rasi-rasi yang sengaja mengintip diam

dalam gigil berlapis-lapis doa setegak dosa

 

Jambi, 23 November 2012

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s